Senin, 21 Desember 2015

UMMI JUALAN PULSA


Wooooow ini perdana sekali si ummi resmi membuka warung sendiri. Awalnya karena merasa diri ini, kok bisa ya marketingin barang - barang orang, tapi kok ya ga dapet untung apa - apa, ga pamrih juga sih, tapi kok ya merasa ga begitu jadi orang 'berarti' karena ga dianggap kerjanya. haha sarua wae atuh pamrih. Ada keinginan untuk jualan ini itu, kanan - kiri tetangga udah pada kreatif punya jualan dari yang mulai produk sendiri sampe reseller. Lucu ga lucu juga sih kalo jualannya sama, lebih ke ga enak. 

coba teliti kebutuhan orang sekitar apa dan apa yang belumm ada, yap! ternyata pulsa listrik dan pulsa hp, belum ada, tanpa cang cing cong, cung.... langsung gerak cari info , dan akhirnya bisa jualan pulsa, Alhamdulillah sampai sekarang sudah berjalan kurang lebih 5 bulan, kalau dari data jumlah orang yang membeli tidak seberapa, tapi karena kebanyakan tetangga, dan sebagian besar masuk dalam kategori customer yang loyal, Pemasukannya ga bisa dibilang sedikit, Alhamdulillah bisa ditabung.

Lalu mas tersayang, bilang cobba aja ikut Paytren, nah apa sih itu Paytren ...

Panjang Euy!
Coba Cek di www.paytren.co.id

Pokoknya Paytren menjawab berbagai kebutuhan anda...
dari mulai berbagai pembayaran, pengisian pulsa, dll

dan lebih penting lagi lebih berkah karena keuntungan perusahaannya 100% diinfaqan 


Ingin ikut Paytren?
Contact Me:
BBM :58D81250

www.treniuym.com/ID1864

Menjadi Bunda Preneur

Entah desakan hidup yang bagaimana sehingga seorang sricandra menjadi begitu berhasrat untuk menjual ini itu, mungkin diri ini lelah saat menghadapi tanggal tua hidup terasa susah (jiaaaah, lebay), mungkin diri ini lelah saat masuk mall hanya bisa liat - liat saja ( emang!), mungkin diri ini lelah, tak ada uang jika mau jajanin orang (betul!)...

ah lelah wae ...

Ting!

Tapi hasrat jualan begitu menggebu justru di usia mendekati 30 ( 22 sih sebenernya )

Sementara ini sih masih tahap pemula, untung tak seberapa, lumayan agar tak terasa papa di tanggal tua menengah ke sana...

insyaAllah inilah awal langkah ...

Ingat tentang Rasulullah mengajarkan bagaimana cara berniaga agar syar'i dan berkah
teringat saat seperti ini lah gelar sarjana berguna, berdagang dengan ilmu yang nyata ...
Thank you mamah bapak, sudah sekolahkan ananda, agar di rumah tetap berkah tak sekedar ibu rumah tangga biasa, terima kasih Yayang mas tercinta, sudah membantu segenap materi dan jiwa, agar istri tak cuma nonton drama korea saja di rumah (adeeeuh jadi inget So Ji Sub jeung Lee Min Hoo )

Alhamdulillah pemasukan jadi bertambah
Mamah Ummi jadi bisa jalan - jalan lagi (apa sih?!)

doakan ya biar berkah dan laku ...

Ya Allah Muliakan lah jalanku
sesungguhnya ada cita - cita luhur di balik ini

(So serieeeus)

Apa SALAHnya

Apa salahnya Memberi,
Salah memberi jika tidak ikhlas
salah memberi jika mengharap pamrih

Apa salah Menerima,
Salah menerima jika penuh harap
harap mendapat yang lebih dari harapan
harap mendapat yang tak sesuai balasan

Allah Maha Tahu segala sikap dan isi jiwa
Allah lebih tau dari sekedar tangan kiri yang tersembunyi
saat tangan kanan mu memberikannya...

Akan selalu ada kecewa kala hati penuh harap
dari manusia yang sama seperti diri ini penuh alphanya


Depok penuh rindu dan harap pada belahan jiwa,
harapan akan cinta




Minggu, 10 Mei 2015

Unseen Love


Melihat sisi cinta...
Melihat sisi wajah ...
Melihat sisi hati ...
dan
Kulihat aku hanya sendiri

Seperti lagu melankolis
samar hanya suara syair tangis
nadanya menghibur
Tapi menyimpan duka dalam suasana

Kulihat aku di sana
sendiri
sendiri
sendiri
sendiri
sendiri
sendiri
sendiri


Dalam setiap detik melangkah kaki
kutemukan sepi
Mulut berbicara
Tapi tak ada telingan menjadi temannya...

Hanya angin lalu yang menghembuskan

dan kembali sunyi ...


Jumat, 05 September 2014

Ketika orang bicara

Mulutmu hari mau mu, mungkin demikian kata yang tepat, dari mulut bisa datang ilmu bisa pula fitnah yang menyelesaikan di dunia hinges akhirat, ga nya bung juga sih ya kali mat pembuka dengan apa yang saya maksudnya dalam tulisan ini, aaaaah Naon sih...

sejak kecil saya Alhamdulillah Hidup dalam kondisi yang tidak kekurangan tidak pula berlebihan, yah pas pasan lah nyaaaa.... Tapi walau begitu tidak semua nya serba mudah, tidak pula terlalu sulit, walau pun saya juga seorang wanita nu 'sagala hoyong' , tapi selalu penuh perhitungan, tidak semata mata menginginkan sesuatu atau terpengaruh  orang lain.

Alhamdulillah , baik kondisi keluarga saya di kampung mau pun kondisi keluarga kecil kami, dalam segi ekonomi selalu mengalami perbaikan, Alhamdulillah ya Allah, diberikan suami yang insyaAllah shaleh, pekerjaan keras, dan sayang pada keluarga, walau pun pendiem nya minta Ampun....
Saya tanamkan pada diri saya dan anak-anak bahwa uang hanya lah alat kita untuk Ibadah, walau pun kondisi ekonomi kita semakin membaik kita tetaplah rend ah hati, tidak malu ketika orang lain mampu mempunyai sesuatu yang baru, tapi kita belum punya, selalu berpikiran prioritas yang mana yang harus didahulukan....apa kah itu sangat penting, penting atau tidak penting...kita tetaplah orang sederhana seperti dulu..

tapi, hati dan diri saya tiba tiba terusik, ketika orang lain ikut campur akan kondisi kami, atau anak anak yang belum punya mainan ini itu...ketika kami belum bisa beli ini, bukan berarti kami tidak mampu, tapi karena kami jelas belum punya uang, wakakakakka
Dan ketika kami belum mampu membeli ini dan itu, suatu waktu mampu memberi untuk orang lain, bukan berarti kami mengambil barang yang bukan hak kami untuk membeli hadiah...

Ahhh, saya terlalu sensitif, atau tersinggung  karena merasa dianggap miskin harta....???

Sabar lah hati...
Sabar lah hati ...
Sabar lah hati ...

Apa kah diri ini sedang merasa tersinggung dan terdzolimi....

Ya Rabb ... Jaga lah diri ini dari mulut yg berbicara dengan sia sia dan hati yang suka mengumpat

ahhhh....tapi diri ini hanya manusia biasa

Jika kami diremehkan dengan harta
Dibanding banding kan kondisi anak anak kami
Diumpat dibelakang kami

.....
.??????.



Jumat, 18 Juli 2014

Apa salahku wahai tetanggaku ...

Sayah, sebenernya sudah malas bahas Hal ini lagi, kata hadis tentangga adalah unsur dari rumah tangga sakinah, tentangga yang Bagaimana  kah itu? 
Tentu saja tentangga yang baik dan mengajak kita pada kebaikan
Sebetulnya masalah ini sudah lama selesai
Dia jelas jelas salah menuduh saya, dengan datang ke rumah dan dengan kesan marah menuduh saya
Sampai-sampai saya yang saat itu sedang hamil tua, merasa kan kontraksi karena kaget

Ok, masalah akhirnya sudah clear, dia Benar-Benar salah menuduh saya
Saya pun tiap berpapasan  berusaha menyapa  dan tersenyum, tapi apa yang saya dapatkan?
Bukannya semakin Sadar karena beliau ini menuduh saya, saya malah merasa dimusuhi, ketemu malah buang muka....

Ahhhh, saya ini manusia biasa,yang bisa sakit, luka karenaaaaa cintaaaa...jiaaah...

Rosulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Engkau” kata Rosulullah, “Tak mungkin dapat mencukupi kebutuhan semua orang dengan hartamu, karenanya cukupilah mereka semua dengan wajahmu yang gembira dan watak yang baik” (HR Al-Hakim). 

Ya Allah,  Yang Maha membolak balikkan hati, sesungguhnya tiada daya upayaku untuk merubah sikap dan prasangka orang terhadapku, aku ikhlaskah semua ya Rabb, ku kembali kan semua urusanku padaMu

Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?
Mereka menjawab : “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.”

Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim no. 6522)

Selasa, 10 Juni 2014

Do'a Ibu


Ya Allah Engkau telah Anugerahkan kepadaku, seorang putra yang membanggakan, yang derai tawanya akan menjadikan hidup ini bahagia. Yang tangisnya menggetarkan hati, meluluhkan segala kelelahanku untuk segera menyambutnya. Yang tiap gerak – geriknya selalu ingin kuamati, sehingga lupalah segala hal yang lain.
Lindungilah dirinya dari segala marabahaya. Jangan biarkan ia terjerumus dalam lembah dosa. Peliharalah ia, penuhi keutuhannya bahkan sebelum ia meminta.
Ya Allah, apabila suatu saat ia sedang sendirian, temanilah ia, sehingga ia tidak lagi merasa kesepian dan sendiri. Apabila ia sedang sedih dan gundah, jadilah Engkau tempatnya mengadu. Jangan biarkan ia sendiri dalam kesedihannya.
Apabila Engkau mengijinkan ia menjadi ternama, jagalah ia. Arahkan jalan hidupnya, jadikan ia seorang hamba yang selalu mengingat-Mu, jangan biarkan ia terlena dalam gemerlapnya kehidupan dunia yang fana.
Apabila suatu saat ia melakukan kesalahan, maafkanlah ia, mudahkanlah urusan hidupnya. Jangan Engkau benci dirinya sehingga membuat-Mu kemudian meninggalkannya. Tetaplah bersamanya, bimbinglah ia kembali ke Jalan-Mu. Bahkan, apabila berulang kali melakukan kesalahan, aku mohon iringi langkahnya, sehingga ia tersadar, bahwa ia berada jauh dari jalan kebenaran.
Ya Allah, apabila ia Engkau  takdirkan menjadi salah satu di antara mereka yang berjalan dengan cahaya-Mu, rendahkanlah hatinya. Jadikan ia jauh dari kesmobongan. Jagalah ia agar selalu menjadi manusia pilihan.
Apabila ia mempunyai kelemahan, berikanlah kepadanya penolong yang membantunya mangatasi kelemahannya itu.
Apabila ia memiliki kelebihan, berikanlah padanya rekan yang seimbang, sehingga ia dapat saling belajar, dan terhindar dari kecurangan.

Ya Allah diriku tak bisa memberinya apa – apa, selain do’a dan harapan – harapan yang begitu tinggi. Maka, jangan biarkan ia mendengar do’aku ini, sehingga ia merasa terbebani. Biarlah ucapanku ini menjadi rahasia antara Engkau dan aku saja ...